“M-Maaf… T-Tapi anak Ibu sekarang lagi nggak ada di rum—” Belum sempat Ibu Wati menyelesaikan kalimatnya, tiba-tiba— “Aaaah! Kelamaan, dasar nenek cerewet!” bentak ketua rentenir, matanya melotot penuh amarah. “Semuanya! Geledah rumah ini sekarang juga!” hardiknya, membuat anak buahnya langsung menyerbu seperti kawanan serigala lapar. “Y-Ya Tuhan! Ibu?!” Melly yang masih duduk di dalam mobil Raka sontak panik. Dengan wajah pucat, ia buru-buru membuka pintu dan berlari keluar tanpa pikir panjang. “Melly! Ada apa? Siapa mereka?!” Raka ikut kaget, nadanya cemas melihat kegaduhan itu. “Ade, jangan turun! Tetap di dalam mobil!” tegas Raka cepat-cepat menahan kedua bocah kecil itu yang sudah gelisah ingin ikut keluar. Sementara itu, Melly tak lagi menghiraukan apa pun. Ia terus melan

