Pagi pun tiba... Pukul sembilan. Suasana rumah itu masih terasa tenang. Hanya sinar matahari yang menembus tirai kamar, menyinari wajah Gavin yang masih tertidur pulas di tempat tidurnya. Napasnya teratur, bahunya naik turun perlahan—terlihat betul kalau hari ini ia benar-benar ingin beristirahat. Hari ini Gavin memang sengaja tidak masuk kerja. Semua laporan dan pekerjaan sudah ia selesaikan semalam. Di sisi lain, Sagara, si kecil buah hati mereka, juga masih terlelap dalam tidurnya yang damai. Namun berbeda dengan Laura. Sejak pagi, ia sudah bangun lebih dulu—rambutnya masih agak berantakan, tapi wajahnya terlihat lembut dan tenang. Ia sedang sibuk menyiapkan air hangat di kamar mandi untuk memandikan Sagara. Tiba-tiba, suara lembut dan lucu memecah keheningan kamar. “Papapapaa

