17 TAHUN KEMUDIAN... Siang itu terasa tenang—terlalu tenang. Jam dinding di ruang tengah menunjukkan pukul 11.30, detiknya berdetak pelan, berpacu dengan langkah sepatu hak tinggi yang menggema di lantai marmer putih rumah mewah milik Gavin Maheswara. Laura berjalan anggun menuruni tangga, mengenakan blus berwarna coklat yang membingkai tubuhnya yang masih tampak mempesona meski usia tak lagi muda. Kulitnya terawat, rambutnya tergerai indah—ia adalah definisi sempurna dari wanita yang tahu cara menua dengan anggun. Namun di balik riasan tipis dan senyum lembut itu, ada sesuatu yang lain—gelisah yang tak bisa disembunyikan. “Pak Ridwan,” ucap Laura sambil melangkah ke halaman depan, “tolong antar saya ke rumah Rasya, ya.” “Baik, Bu Laura!” sahut Pak Ridwan, buru-buru menuju mobil hita

