Malam pun tiba… Di rumah Pak Yudha. Suasana ruang makan terasa hangat. Seluruh keluarga sedang menikmati makan malam bersama. Suara sendok dan piring yang beradu pelan berpadu dengan percakapan ringan yang sesekali terdengar. Namun tiba-tiba— ting tong… Bel rumah berbunyi. Suara itu membuat Bibi, yang sedang membereskan dapur, segera berjalan menuju pintu depan. Beberapa menit kemudian, ia kembali. Namun kali ini wajahnya terlihat gelisah. “Maaf, Pak Yudha… Ibu Sekar…” ucapnya ragu. Semua orang menoleh ke arahnya. “Di depan ada wanita… yang kemarin datang.” Ibu Sekar mengernyitkan kening. “Wanita yang kemarin?” tanyanya heran. “Siapa, Bi?” Bibi menelan ludah sebelum menjawab. “Itu, Bu… wanita yang kemarin mengaku… hamil anak Den Darrell.” Kalimat itu sek

