SEASON 4 // BAB 99

2432 Words

Satu jam kemudian... Suara motor Boby akhirnya terdengar memasuki halaman rumah kecil yang menyatu dengan bengkel itu. Arumi yang sejak tadi mondar-mandir langsung menoleh cepat. Naomi di gendongannya ikut terlonjak kecil, matanya yang masih setengah terjaga seperti benar-benar menunggu suara itu. Pintu terbuka. “Bang!” suara Arumi nyaris pecah antara lega dan kesal. “Dari mana saja? Kok baru pulang? Ini udah malam banget…” Nada suaranya bukan marah. Lebih pada panik yang tertahan. Naomi merengek kecil di pelukannya. Boby memasang senyum selembut mungkin, seolah tak ada beban apa-apa di pundaknya. “Macet banget tadi, Sayang,” jawabnya santai. “Jalan utama ditutup. Abang muter jauh.” Suaranya terdengar wajar. Terlatih. Arumi mengembuskan napas panjang. Bahunya yang tadi

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD