Pagi Hari Jarum jam sudah menunjuk pukul 09.00 pagi. Namun di atas ranjang, Gavin dan Laura masih terlelap pulas. Wajar saja, semalam mereka berdua begitu larut dalam “pertarungan” panas yang menguras tenaga. Namun, Laura tiba-tiba terusik. Ada rasa aneh yang membuatnya perlahan terbangun. “Euuummm…” gumamnya serak khas orang baru bangun tidur. Perlahan, matanya terbuka, namun tak lama kemudian tubuhnya menegang. “Aw… sssstttt… aduuuuh…” rintihnya lirih sambil meringis. Tangannya refleks meraba bagian sensitif bawah tubuhnya yang terasa perih dan nyeri. “Kok… ini sakit banget, ya?” bisiknya lagi, wajahnya sedikit pucat. Saat ia menggeser posisi, rasa perih itu makin jelas. Hingga matanya terbelalak kaget. “Loh… kok lecet?!” Laura semakin panik saat melihat bercak darah di sepre

