“Sayaaang, Laura!” teriak Angel begitu ia sampai di depan pintu kamar putrinya. Tangannya buru-buru mengetuk pintu. Tok! Tok! Tok! “Sayaaaang, Lauraaa!” panggilnya lagi dengan suara agak keras. Namun tak ada jawaban. Angel berkerut bingung. “Lho, kok nggak dijawab, sih?” gumamnya sambil mencoba memutar gagang pintu. “Eh? Pintu nggak dikunci? Tapi kenapa nggak nyaut?” Dengan rasa penasaran, ia pun masuk ke dalam kamar. Matanya menyapu ruangan yang tampak sepi. “Lho, ke mana anaknya? Masa nggak ada orang?” ucapnya lagi. Baru saja ia hendak melangkah, telinganya menangkap suara samar dari dalam kamar mandi. Suara tawa dan rengekan yang sangat ia kenal. “Eh? Itu kan suaranya Laura? Kok kayak lagi di kamar mandi, ya?” Angel semakin penasaran, langkahnya pelan mendekat. Belum sempa

