“Iiiihhh ini ayam Dimas!” teriak Dimas lagi, sambil terus menarik piring berisi ayam goreng itu ke arahnya. “Enggak! Ini punya Zara!” balas Zara dengan wajah cemberut, mencoba merebutnya. “Ih, kalian egois banget! Kak Lala juga mau!” protes Lala, ikut menarik piring itu. “Sudah! Sssttt! Cukup, Nak!” suara Ibu Ati meninggi, tapi tetap lembut. Ia segera merebut piring ayam itu dari tangan ketiga anaknya. “Jangan berebut, nanti semuanya kebagian. Lagian malu tuh, dilihatin Kak Sagara.” Ketiga anak itu langsung terdiam, wajah mereka menunduk. Sagara, yang sedari tadi hanya bisa menatap, segera menegakkan tubuhnya dan berusaha tersenyum. “E—enggak apa-apa kok, Bu,” katanya gugup. “Lucu malah liat mereka.” Ibu Ati tersenyum canggung, menatap Sagara penuh rasa bersalah. “Maaf ya

