“R—Raka?!!” suara Gavin mendadak terdengar panik dari dalam ruangan. Ia langsung menghentikan permainannya, begitu pun Laura yang buru-buru menutupi tubuhnya, bersembunyi di balik tubuh kekar Gavin. “M-Melly?! Tunggu!” ucapnya terbata, wajahnya pucat, tergopoh-gopoh merapikan kembali pakaiannya. “Ihhh! Abang! Ngapain sih, pake peluk-peluk gue segala?!” Melly akhirnya tersadar dari bengongnya, buru-buru mendorong Raka dengan wajah merah padam. “Aw! Ssssttt! Aduh, sakit!” Raka meringis karena terdorong cukup keras, tubuhnya hampir jatuh tersungkur. “Gila, ya, lu! Bukannya berterima kasih, malah dorong-dorong gue kayak gini lu!” rutuknya kesal sambil mengibaskan jasnya yang berantakan. “Ya jelas lah gue marah!” Melly mendengus, melipat tangan di d**a. “Ngapain coba, Abang tiba-tiba

