“Kamu lagi ngapain, Sayang?” tanya Alif lagi pelan, suaranya penuh kekhawatiran. “Katanya perut kamu sakit… kok sekarang malah bangun?” Rara yang duduk di tepi ranjang menoleh. Wajahnya sedikit pucat, tapi tetap berusaha tersenyum. “Tadi Rara sudah bobo, Mas…” “Terus kebangun…” gumamnya pelan. “Pas mau bobo lagi… nggak bisa.” Nada suaranya terdengar manja—tapi lemah. Alif tersenyum tipis. Ia mendekat, duduk di sampingnya. “Kenapa, hm?” tanyanya lembut. “Kok istri cantik Mas nggak bisa tidur?” Tangannya perlahan mengusap perut Rara dengan penuh kehati-hatian. “Masih sakit?” Rara menggeleng pelan. “Nggak…” jawabnya singkat. “Kalau nggak sakit… terus kenapa belum tidur?” tanya Alif lagi, semakin lembut. Rara terdiam. Senyumnya perlahan memudar. Matanya mu

