Kembali pada Kely… Di rumah sakit. “Non Kely, saya mohon…” suara Dokter Afgan terdengar gemetar. “Tolong jangan bawa masalah ini ke jalur hukum. Non boleh marah, bahkan memberi sanksi atau denda atas sikap tidak sopan istri dan anak saya. Tapi… tolong jangan proses secara hukum.” Tanpa ragu, Dokter Afgan berlutut, bahkan hampir bersujud di hadapan Kely. “Pah! Apa yang Papah lakukan?” seru istrinya dengan wajah tak percaya. “Papah nggak pantas merendahkan diri di depan gadis kecil seperti ini!” “Iya, Mah benar!” timpal Suster Sandra dengan nada tinggi. “Papah nggak mikir harga diri keluarga? Memangnya dia siapa sampai Papah harus seperti ini? Masih banyak orang lain yang bisa Papah mintai bantuan, bukan gadis kecil jalang seperti dia!” Plak! Tamparan keras mendarat di pipi Suster San

