Seketika tubuh Laras menegang. Senyumnya membeku. "Aduh, gawat...!" batinnya mulai panik. "Aku enggak tahu dulu Alana nasehatin Sagara apa. Aku harus jawab apa ini?! Masa aku bilang lupa? Nanti Kak Sagara pikir aku enggak nganggep dia penting. Duh, gimana ini?! Apa pura-pura sakit aja, ya?" Laras menelan ludah, matanya melirik gugup. "Iya! Lebih baik aku pura-pura sakit perut aja!" “Awww… aduh, aduh! Kak Sagara! Perut Laras sakit… aww! Sakit banget, Kak!” katanya terburu-buru, pura-pura kesakitan sambil memegangi perutnya erat. Refleks, Sagara langsung panik. “Laras! Kamu kenapa?! Sakit perut?!” suaranya terdengar cemas, wajahnya langsung tegang melihat Laras meringis kesakitan. “Iya nih, Kak Sagara… tadi perut Laras mendadak sakit banget. Tapi sekarang udah mendingan kok,” jawab L

