Flashback — 19 tahun yang lalu “Bye! Hati-hati ya!” seru Raka sambil melambaikan tangan ke teman-temannya yang baru saja mengantarnya pulang usai nongkrong malam itu. Begitu pintu gerbang menutup, ia berjalan santai masuk rumah, langsung menuju kamar ibunya, Ibu Siska, dengan niat sekadar menyapa sebelum tidur. Namun baru saja ia memutar gagang pintu— Brak! Pintu terbuka, dan seketika dunia Raka runtuh. “M—Mamah?!!!” teriaknya tercekat, matanya membelalak tak percaya. Di hadapannya, pemandangan menjijikkan terpampang jelas: ibunya, Ibu Siska, terbaring di ranjang… bersama seorang pria yang bukan ayahnya. Tubuh mereka berdua masih telanjang, terbuka tanpa malu. “R—Raka?!!” Ibu Siska juga tersentak kaget, wajahnya pucat, tangannya gemetar saat buru-buru meraih pakaian untuk men

