DI TEMPAT BERBEDA, DI BANDUNG. Waktu menunjukkan pukul 20.00 malam. Dugaan teman-teman Laura selama ini ternyata keliru. Mereka sempat mengira Gavin akan benar-benar pergi meninggalkan Indonesia karena frustasi, lantaran Laura tetap bersikeras minta cerai. Namun kenyataannya, pagi tadi Gavin hanya berpamitan kepada dosen-dosen di kampus sambil membawa koper—bukan untuk kabur, melainkan untuk menghadiri resepsi pernikahan sepupunya, Dita, di Bandung. “Syukurlah, Sayaaang. Akhirnya kamu sampai juga.” Sambut Ibu Alika dengan wajah sumringah, berdiri anggun di depan gedung pesta yang megah. Namun, senyumnya mendadak pudar. Pandangannya menyipit, meneliti kedatangan Gavin yang terlihat... janggal. “Lho, tunggu dulu! Sayang, kok kamu datang sendirian? Laura mana?” tanyanya penuh heran,

