“Ya ampun, sayaaaang…” Kenzo tersenyum kecil, senyum yang hangat dan penuh rasa bersalah. Tangannya terangkat, mengusap rambut Alesha dengan lembut, seolah ingin meredam semua kekesalan yang mengerubungi hati istrinya itu. “Jadi ceritanya…” lanjutnya menggoda, suaranya dibuat sengaja manja, “istri kesayangan mas ini lagi cemburu, ya? Sama masnya sendiriii?" “Ya jelas!” Alesha mendengus, masih cemberut. “Mas itu ya! Keringatnya diusap-usapin sama perempuan lain, masnya malah diem aja!” Nada suaranya ketus, tapi matanya menyimpan rasa takut kehilangan. Kenzo kembali tersenyum, kali ini lebih lebar. “Eeeemmm… manja banget sih istri mas ini, hmmm?” katanya gemas. Tanpa menunggu jawaban, Kenzo langsung menarik Alesha ke dalam pelukannya. “Kamu tenang aja ya, sayang,” bisiknya. “Cinta d

