DI KANTOR KENZO Pukul 09.30 pagi Mobil Kenzo berhenti mulus di halaman kantor. Mesin dimatikan, suasana mendadak sunyi. “Ya udah ayo, sayang. Sekarang kita turun. Udah sampai,” ajak Kenzo sambil melepaskan sabuk pengamannya. “Iya, mas,” jawab Alesha patuh. Ia bergegas membuka pintu mobil— Namun baru saja berdiri— “Aww… ssssttt! Aduh… aduuuh!” Tubuh Alesha langsung menegang. Tangannya refleks memegangi perut. Wajahnya memucat. Kenzo langsung menoleh. Jantungnya seakan diremas. “Tuh kan, sayang!” katanya dengan nada kesal bercampur khawatir. “Perut kamu itu lagi sakit! Jangankan kerja, berdiri aja kamu udah kesakitan kayak gitu!” Ini bukan yang pertama. Sejak dari rumah. Sejak perjalanan. Namun Alesha tetap keras kepala. “Udah deh. Kamu jangan bandel,” lanjut Kenzo

