SEASON 3 // Bab 64

2908 Words

Lalu pukulan berikutnya datang lagi. “Aw—sssttt, cukup Sag… cukup!” Diki mendesis, tubuhnya mulai tak mampu menopang dirinya sendiri. “Apa lo mau gue jelasin semua? Gue bisa jelasin, Sag! Gue—” Ucapan itu terpotong lagi oleh tinju yang menghantam tulang pipinya. “Gue nggak butuh penjelasan dari PENGHIANAT kayak lo!” Sagara meraung, seperti seseorang yang lebih sakit daripada orang yang ia pukuli. Diki terjatuh ke lantai. Dia tidak membalas, tidak mengangkat tangan, tidak melawan—seolah ia menerima bahwa ia pantas dihukum. Hanya suara rintihan yang terdengar. “Bangst lo! Dasar anjng!!!” Tinju itu turun lagi, dan lagi—hingga Renata, Siska, dan Dimas yang sudah menyaksikan semuanya dari tadi tak lagi tega. “Sagara cukup! Lo itu apa-apaan, sih!?” Renata berteriak sambil men

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD