1 Jam Kemudian Renata masih duduk di ruang tamu. Sendirian. Sepi. Ia gelisah. Kakinya goyang tanpa sadar. “Ya Tuhan… tuh cowok rese lama banget pulangnya! Masa gue harus duduk satu jam nunggu itu cowok? Mana sekarang gue Cuma berdua doang lagi sama istrinya...” Ia mendengkus kesal. Langkah kaki terdengar dari arah dapur. Siska duduk di depannya sambil menata sayur. “Bang Diki bentar lagi pulang kok,” katanya santai. Renata menghela napas panjang. Dalam hati— Deg-degan, cemas, kesal, tapi juga… ...menunggu. “Oh iya kak,” Siska menoleh dengan senyum cerah, “kakak bisa masak nggak? Daripada bosan nungguin Bang Diki kelamaan, mending kita masak bareng.” Renata langsung gelagapan. “B-b-boleh… tapi aku nggak bisa masak.” Ia tersenyum malu. Hidupnya yang serba nyaman

