SEASON 4 // BAB 47

1416 Words

DI RUMAH KENZO Pukul 19.00 malam Usai Bara meninggalkan rumah besar itu, suasana berubah sunyi—terlalu sunyi. Kenzo dan Alesha duduk berhadapan dengan Tania di ruang keluarga. Tak ada televisi. Tak ada canda. Hanya tatapan serius yang membuat d**a Tania sesak. “Tapi, Pah… Mah…” suara Tania bergetar, nyaris menangis. “Tania nggak mau dijodohkan. Apalagi sampai menikah sama Om-om itu, Maaah…” Kata-kata itu meluncur sebagai penolakan terakhir. Namun keputusan sudah bulat. “Nggak bisa, Sayang,” Kenzo menjawab tegas, tanpa meninggikan suara—justru itu yang paling menakutkan. “Kamu harus nurut. Papah, Mamah, Om Arga, dan Tante Savira sudah merencanakan ini sejak lama. Sejak kalian masih kecil.” Alesha meraih tangan putrinya, lembut tapi tak memberi ruang untuk mundur. “Iya,

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD