Kembali pada Nita dan Darrell. Di rumah Pak Yudha. Begitu pintu terbuka, Ibu Sekar yang sedang duduk di ruang tengah langsung menoleh. Wajahnya tampak terkejut. “Kalian sudah pulang?” tanyanya. “Mama kira masih mau menginap di sana. Hotelnya ‘kan sudah Mama booking selama satu Minggu. Kenapa buru-buru sekali pulang?” Nada suaranya terdengar heran, tapi juga sedikit kecewa. Darrell mengembuskan napas panjang. “Gimana nggak buru-buru pulang, Ma?” jawabnya ketus. “Mama nggak bawain baju buat kita. Kalau lama-lama di sana bisa-bisa kita berdua masuk angin.” Kalimat itu meluncur tanpa disaring. Jelas ada kekesalan yang ia pendam sejak semalam. Ibu Sekar terdiam. Wajahnya langsung berubah. Rasa bersalah perlahan menyusup. Ia memang mengatur semuanya—hotel, dekorasi, kejutan—dem

