Sementara Ibu Rika… Meski hatinya dipenuhi ketidaksukaan, ia segera memasang senyum manis yang dibuat-buat. “Iya… maaf… saya sampai tidak sadar,” ucapnya lembut, pura-pura hangat. “Sudah terlalu rindu sama… Nita.” Namun sorot matanya tak bisa sepenuhnya menyembunyikan ketidaksenangan itu. Darrell tetap tersenyum sopan. “Tidak apa-apa, Pa… Ma. Saya mengerti.” Satu kalimat itu— Membuat ketiganya terdiam. “Pa… Ma…?” ulang Aurel dalam hati, rahangnya mengeras. Matanya menatap tajam ke arah Nita. Tak percaya. Bagaimana mungkin pria itu… Mau memanggil orang tuanya dengan sebutan itu? Sementara ia sendiri— Tak pernah mendapatkan perhatian seperti itu. Nita hanya tersenyum kecil, menyadari kebingungan mereka. “Pa, Ma… kita mau berdiri terus di sini?” ucapnya lembu

