Setengah jam kemudian... “Oh iya, Sayang, udah sampai hotel, nih.” Ucap Raka sambil mematikan mesin mobilnya di area basement hotel mewah itu. Suaranya terdengar santai, tapi matanya sibuk menatap ke sekitar, memastikan tak ada siapa pun yang memperhatikan. “Udah, sekarang kamu turun duluan, ya,” katanya lagi pelan tapi tegas. “T-turun duluan? Terus Abang?” tanya Melly bingung, alisnya langsung bertaut. “Tenang aja, Sayang,” jawab Raka sambil tersenyum tipis. “Nanti kalau kamu udah sampai kamar, Abang langsung nyusul.” Ia kemudian menyerahkan sebuah kartu kamar dan slip kecil bertuliskan nomor kamar. “Nih, kunci sama nomor kamarnya. Abang udah booking dari tadi.” “Tapi... kenapa harus turun duluan, sih?” tanya Melly makin heran. “Nggak enak, Sayaaang... kalau kita masuk barenga

