“Kak… kakak mau ngapain?” tanya Kely gugup. Detak jantungnya berpacu semakin cepat saat melihat wajah Rayan kian mendekat. “Mau…” jawab Rayan menggantung, sengaja mempermainkan suasana. “Mau apa?” Kely menelan ludah. Jarak mereka kini hanya sejengkal. “Mau…” ulang Rayan lagi, membuat Kely makin salah tingkah. “Iya, mau apa sih?” Kely melipat kedua tangannya di d**a, berusaha terlihat tenang meski pipinya mulai memanas. Rayan tersenyum miring. “Mau pasang seatbelt. Emangnya kamu pikir aku mau ngapain? Mau cium kamu, ya? Ngaku saja. Nggak usah gengsi kalau memang mau dicium.” Alisnya naik turun jahil, membuat wajah Kely seketika memerah. “Enggak! Siapa juga yang mau dicium!” balas Kely cepat. Ia memalingkan wajah, berusaha menyembunyikan rasa malunya. “Lebih baik sekarang kita

