“Apa, harus di praktekin?” Tanya Kely memastikan. “Iya, kayaknya harus di praktekin. Kalau teori pasti kamu nggak akan mengerti, Sayang.” Jawab Rayan. “Ayo bilang sama aku, kamu mau pakai gaya apa sebagai pemanasan kitaa?” Tanyanya dengan senyum manisnya yang tidak pudar dari wajahnya. Kely yang melihatnya menjadi ketakutan. “Ya Allah selamatkanlah hambamu ini dari orang yang berada di sebelah ,yang senyum-senyum tidak jelas. Mungkin kah dia orang gila yang lagi menyamar menjadi orang waras?” gumamnya dalam hati dengan pemikiran di luar logika. “Kok kita?” Tanya Kely tak mengerti. “Iya, kita. Kalau sendiri nggak akan bisa.” Tegas Rayan lagi yang sudah mulai kesal. “Sekarang jawab, mau pake gaya apa?” “Oh gitu,” Kely mengangguk-anggukkan kepalanya, yang padahal ia pun belum se

