“Kenapa? Kok kamu kelihatan kaget banget lihat gue?” ucap pria itu santai, bibirnya tersungging senyum seolah tak ada yang aneh. “Kenalin!” ujarnya lagi sambil buru-buru bangkit lalu duduk tegak. “Nama gue, Jaki.” “Gue temennya Dimas sama Diki,” jelasnya enteng. “Oh… g-gitu,” jawab Renata pelan, suaranya masih bergetar. Rasa gugup dan takut jelas terpancar dari sorot matanya. “Oh iya, Mas…” Renata mencoba bersikap ramah meski hatinya waswas. “Tapi sebelumnya, maaf banget ya. Sekarang Bang Diki sama Dimas lagi nggak ada di rumah. Mungkin Mas bisa balik lagi nanti malam?” sarannya hati-hati. “Udah, santai aja!” jawab Jaki sambil menjatuhkan tubuhnya ke sofa, berbaring seenaknya seolah itu rumahnya sendiri. “Lagian, gue ke sini bukan buat ketemu mereka,” ucapnya tiba-tiba. R

