SEASON 3 // BAB 86

2645 Words

DI PERJALANAN MENUJU BANDUNG Waktu menunjukkan pukul 16.00 sore. Diki menyetir mobil dengan tatapan lurus ke depan. Tangannya mencengkeram setir erat, rahangnya mengeras. Sejak tadi, tak satu kata pun keluar dari bibirnya. Di kursi sebelah, Anita mulai kehilangan kesabaran. “Bang,” ucapnya akhirnya, nadanya ketus, “kenapa sih dari tadi Abang diam aja? Abang nggak suka, ya, karena aku ikut ke pesta pertunangan teman Abang?” Diki tetap menatap jalan. Hening beberapa detik, sebelum akhirnya ia menghela napas panjang. “Kamu ini ngomong apa, sih, Nit?” suaranya terdengar tertahan. “Udah, cukup. Jangan mancing emosi Abang terus. Abang capek.” Anita mendengus. “Capek?” senyumnya sinis. “Capek karena aku ikut? Atau capek karena Abang nggak bebas ketemu orang lain?” Diki menoleh s

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD