Darrell menatapnya serius. “Apa? Kalau memang bisa aku penuhi, akan aku lakukan.” Nita menarik napas dalam-dalam. “Aku mau selama satu tahun itu… Mas Darrell memperlakukanku selayaknya seorang istri.” Darrell mengernyit. “Maksud kamu?” “Seperti suami pada umumnya,” jawab Nita, suaranya stabil meski jantungnya berdebar keras. “Mas harus memenuhi kebutuhanku. Memanjakanku. Menghargai aku. Dan biarkan aku juga memenuhi kebutuhan Mas sehari-hari.” Ia menatap Darrell tanpa ragu. “Mas tidak boleh menolak apa pun yang aku berikan. Apa pun yang aku lakukan sebagai istri.” Darrell terdiam beberapa detik, lalu bertanya dengan nada yang lebih rendah. “Termasuk… urusan ranjang?” Pertanyaan itu membuat udara terasa lebih berat. Namun Nita tidak menghindar. “Itu hak Mas,” jawab

