Di Rumah Pak Yudha… Usai makan malam, Pak Yudha dan Ibu Sekar beranjak ke ruang keluarga, meninggalkan meja makan yang perlahan kembali sunyi. Darrel masih berdiri di sana ketika melihat Nita hendak masuk ke kamar tamu yang disiapkan untuknya. “Apa kamu sudah selesai? Aku ingin bicara,” ucapnya datar. Langkah Nita terhenti. Jantungnya langsung berdebar tak karuan. “U-udah, Mas Darrel…” jawabnya gugup. Ia memilih memanggil Mas. Usia pria itu jauh di atasnya, dan ia tak tahu harus bersikap seperti apa pada calon suaminya sendiri. “Aku mau bicara di luar.” Darrel berjalan lebih dulu ke taman samping rumah. Malam itu angin berembus pelan, lampu taman memantulkan cahaya kekuningan di antara pepohonan. Nita mengikutinya dengan langkah kecil. Dalam hati ia sudah menebak—pembicar

