“Oh, n-nggak! Lupain aja!” jawab Angel buru-buru, nadanya ketus, berusaha menyembunyikan kegugupannya. Wajahnya kembali dingin, seperti mencoba menutupi perasaan yang barusan terlihat jelas. Alex hanya tersenyum kecil mendengar jawaban itu, tatapannya tetap hangat meski Angel mencoba bersikap dingin. “Eeeem... Anak Papa...” gumam Alex dengan lembut. Kali ini, ia sengaja menurunkan pandangannya ke arah Laura yang sudah tertidur lelap di pangkuannya. Ia mengusap lembut rambut gadis kecil itu, seolah merasa seperti seorang ayah sungguhan yang selama ini telah bertanggung jawab menjaga dan mengurus Laura. “Sudah tidur ya, Sayang?” bisiknya penuh kehangatan, senyumnya melembut saat mengamati wajah polos Laura yang damai dalam tidurnya. Satu tangannya tetap mengusap rambut putri kecilnya,

