BAB 98

1133 Words

“Iya, tapi bagaimana dengan Mbak Desi, istri Mas?” tanya Angel sambil melangkah menjauh, membelakangi Alex. Suaranya terdengar bergetar, namun ia mencoba menyembunyikan kegelisahannya. “Angel nggak mau, Mas. Angel nggak mau dicap sebagai pelakor lagi seperti dulu. Karena sudah merebut Mas dari Mbak Desi,” lanjutnya dengan nada tegas, meski hatinya terasa berat. Alex terdiam sejenak, hatinya perih mengingat luka lama yang disampaikan Angel. Ia teringat jelas bagaimana terpuruknya Angel dulu, saat Desi melabrak Angel di kampus, di depan banyak orang, termasuk teman-temannya. Tapi ia tak ingin menyerah. Dengan tekad yang semakin bulat, Alex berkata, “Nggak, Angel. Kamu nggak akan pernah dianggap seperti itu lagi.” Alex melangkah cepat, mendekati Angel yang masih memunggunginya. “Kamu in

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD