DI RUMAH KENZO – TERAS RUMAH Pukul 07.00 pagi Suasana pagi yang seharusnya tenang justru pecah oleh nada suara yang tinggi dan penuh amarah. “Apa?! Kamu gagal lagi?” Ayu tampak berdiri di teras rumah dengan ponsel menempel di telinganya. Wajahnya menegang, rahangnya mengeras—jelas menahan emosi yang nyaris meledak. “Kamu ini sebenarnya becus nggak, sih, ngerjain tugas-tugas dari saya?” Nada suaranya tajam, nyaris menusuk. “Saya ini bayar kamu mahal, lho!” tegasnya lagi, tanpa memberi celah sedikit pun untuk bantahan dari seberang sana. Ia menarik napas kasar, lalu melanjutkan dengan nada dingin yang mengandung ancaman. “Pokoknya saya nggak mau tahu! Saya kasih kamu satu kesempatan lagi.” “Tapi kalau sampai ini gagal lagi… sudah cukup. Saya sudah nggak percaya lagi sama

