Di ruangan berbeda—ruang makan. Ibu Resti, Ayu, dan Andra sudah duduk di meja makan sejak tadi. Piring-piring sarapan tersaji rapi, tetapi suasana terasa kaku. Kenzo dan Alesha belum juga menampakkan diri. Ayu menyilangkan tangan di d**a, jelas tak sabar. “Mah,” katanya akhirnya, nadanya penuh kekesalan, “sebenarnya maksud Mamah itu apa sih? Nempatin Alesha jadi sekretaris sementara buat Kenzo?” Ibu Resti menoleh dengan tenang, seolah sudah menduga pertanyaan itu akan muncul. “Kenapa memangnya, sayang?” jawabnya lembut. “Mamah sengaja menempatkan Alesha sebagai sekretaris sementara supaya dia mulai belajar.” Ayu mengernyit. “Biar pelan-pelan Alesha terbiasa,” lanjut Ibu Resti sabar. “Supaya nanti, setelah dia lulus sekolah, dia sudah siap dan nggak kaget kalau harus terlibat

