DI PERJALANAN Waktu menunjukkan pukul 08.30 pagi. Mobil Kenzo melaju membelah jalanan kota yang mulai padat. Di dalamnya, suasana terasa sunyi—terlalu sunyi. Alesha duduk di kursi penumpang, menatap kosong ke arah jendela. Sejak tadi, ia tak bersuara sedikit pun. Pikirannya terus berputar, kembali dan kembali lagi pada kejadian tak menyenangkan di kolong meja saat sarapan pagi. “Ya Tuhan… Kenapa bayangan itu terus muncul, sih?” Alesha menelan ludah, dadanya terasa sesak. “Enggak… enggak mungkin,” batinnya mencoba menyangkal. “Pasti aku Cuma salah paham. Mas Andra pasti nggak sengaja…” Ia berusaha meyakinkan dirinya sendiri, meski hatinya justru berdebar tak karuan. Ada firasat yang mengganggu—perasaan yang terus berbisik bahwa sentuhan itu bukanlah kebetulan. Namun Alesha memejamk

