Pagi pun tiba… Pukul 07.00. Sinar mentari pagi menyelinap pelan melalui celah jendela rumah Ibu Mitha—hangat, lembut… seolah membawa harapan baru setelah malam yang penuh luka dan air mata. Pagi itu, suasana terasa berbeda. Tidak lagi dingin… tidak lagi sunyi seperti hari-hari sebelumnya. Rara—yang kemarin tenggelam dalam galau dan kesedihan— Kini justru tampak begitu berbeda. Wajahnya lebih cerah. Matanya berbinar. Senyumnya… kembali hidup. Seolah semalam— Ia berhasil menemukan kembali sesuatu yang hampir hilang. Rara dan Alif perlahan turun dari kamar. Langkah mereka ringan… tanpa beban. Keduanya berjalan berdampingan menuju meja makan, Duduk bersebelahan— Tanpa jarak. Mereka masih mengenakan kimono sederhana, Rambut yang sedikit basah menjadi saksi…
Download by scanning the QR code to get countless free stories and daily updated books


