Di tengah suasana yang menyesakkan, pintu ruang IGD terbuka perlahan. Seorang dokter melangkah keluar dengan raut wajah serius. Langkahnya berat, seolah membawa kabar yang sulit diterima. Angel langsung melangkah maju dengan napas tertahan, diikuti Alex yang terlihat semakin gelisah. Semua orang menahan napas, berharap kabar baik, meskipun kecil. “Dok, bagaimana kondisi Laura? Tolong katakan dia baik-baik saja,” tanya Angel dengan suara yang hampir tak terdengar. Air matanya belum kering, matanya penuh dengan harapan yang rapuh. Dokter itu menarik napas panjang sebelum menjawab, “Kondisi Laura cukup serius. Luka di kepalanya telah menyebabkan pendarahan hebat, yang membuatnya tak sadarkan diri. Dia kehilangan banyak darah, dan kami harus segera melakukan transfusi untuk menyelamatkan n

