SEASON 4 // BAB 92

1177 Words

MASIH DI RUMAH BI DARMI. Tepat pukul 13.00 siang. Matahari berdiri tegak di atas atap rumah sederhana itu, menyinari halaman yang hari ini terasa lebih ramai dari biasanya. Di teras, Boby sudah berpakaian rapi. Kemeja bersih, celana panjang yang disetrika licin, sepatu mengilap—seolah ingin terlihat sebagai kepala keluarga yang pantas dibanggakan. Di sampingnya, Arumi berdiri dengan Naumi dalam gendongan. Ibu muda itu tampak cantik dan anggun, meski matanya sembab oleh perasaan yang tak sepenuhnya bisa ia sembunyikan. Mobil sederhana milik Boby sudah terparkir di halaman. Mesin belum dinyalakan, tapi suasana perpisahan sudah terasa begitu nyata. Beberapa saudara Arumi datang berkunjung. Mereka berdiri berkelompok di teras dan halaman, sekadar ingin melepas kepergian Arumi dan Naumi y

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD