SEASON 4 // 91

2376 Words

Keesokan harinya… Sejak pagi buta, Boby sudah terjaga. Ia duduk di ruang tengah, menatap layar televisi dengan tubuh bersandar santai—meski pikirannya tak benar-benar setenang itu. Di dalam kamar, Arumi sedang menidurkan Naumi. Suara lembutnya terdengar samar, bersenandung kecil agar bayinya kembali terlelap. “Nak Boby… Ibu ke pasar dulu, ya,” ujar Bi Darmi sambil meraih tas belanjanya. “Mau beli sayuran buat bekal kalian nanti di jalan ke Jakarta.” “Iya, Bu,” jawab Boby singkat. Tatapannya kembali ke televisi. Entah acara apa yang sedang ia tonton. Yang jelas, sebuah adegan di layar membuat gairahnya tiba-tiba terpancing di pagi itu. Ia mengembuskan napas pelan, mengusap-usap juniornya yang perlahan menegang. Hasrat itu datang tanpa permisi. Dan ia tahu… ia tak punya tempat yang

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD