DI TENGAH KEPANIKANNYA MEMIKIRKAN KEADAAN ALESHA… “Aaaaah, sial!” Kenzo mengumpat pelan saat ponselnya kembali bergetar. Sebuah foto masuk ke layar dari Cindy— Dompetnya. Tergeletak manis di atas meja rias rumah itu perempuan. “Kenapa sih… bisa-bisanya dompet aku ketinggalan di rumah dia,” gumamnya frustrasi. Ia mengusap wajah, napasnya berat. Di satu sisi pikirannya kacau memikirkan Alesha, Di sisi lain—masalah dengan Cindy belum juga usai. “Ya Tuhan…” Kenzo menghela napas panjang, kasar. Dengan ragu, ia menatap layar ponselnya. Nama Alesha masih tertera—belum sempat ia coba hubungi lagi. “Maafin Mas ya, sayang…” bisiknya lirih. “Mas harus balik lagi sebentar ke rumah Cindy.” “Kamu tunggu Mas di sekolah, ya…” Belum sempat menekan tombol panggil, Kenzo men

