Bab 43

1259 Words

Bab 43: Labirin di Bawah Kota Kegelapan di bawah panggung Teater Merah terasa mencekam. Aurora mendarat di atas tumpukan jerami tua yang lembap, disusul sedetik kemudian oleh Aditya yang melompat dengan gerakan taktis meskipun tubuhnya penuh luka. Begitu kaki mereka menyentuh dasar, Aditya segera menarik tuas manual dari dalam untuk menutup kembali trapdoor baja di atas mereka. BUM. Suara hantaman pintu baja itu meredam suara tembakan dan teriakan kemarahan Harlan dari atas. Kini, hanya ada kesunyian yang berdenging dan napas mereka yang memburu di tengah kegelapan total. Aditya menyalakan pemantik api kecil. Cahaya redupnya memperlihatkan sebuah lorong sempit dengan dinding batu bata yang merembas air—gorong-gorong tua peninggalan era kolonial yang menghubungkan bangunan-bangunan utam

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD