Zoya terus mengikuti langkah Adrian dari belakang, menaiki lift dan menyusuri lorong dengan perasaan takut, sedih dan segala macam perasaan gundah lainnya, sesekali dia menghela nafas panjang karena dadanya terasa sesak. Ya Allah semoga-semoga kalau pun papa marah, gak sampe nyuruh aku pisah sama suamiku. Udah jadi kayak cerita di film ku. Astaga apakah ini menjelma ke dunia nyata? Jangan ya Allah. Aku masih ingin terus bersama suamiku. Cinta masa kecilku. Aku ingin menghabiskan waktu hanya berdua dengannya, bukan dengan pria lain. Aku tahu aku lemah dan terlalu polos dalam menilai orang. Aku selalu menganggap semua orang itu baik karena saking inginnya aku di perlakukan dengan baik. Tapi siapa sangka jadi boomerang untuk diriku sendiri. Semoga hati kecil papa bisa menilai sebuah kejujura

