Zoya tampak menundukkan kepalanya menekuri lantai yang beralaskan permadani mahal dari motif nya terlihat bahwa itu adalah produk impor dan sudah di pastikan harganya mahal. Demi menghilangkan groginya, Zoya mencoba melukis ukiran demi ukiran yang ada di permadani di bawah kakinya. “Zoya…” panggil sang ayah mertua membuat Zoya dengan sigap menjawab. “Iya, Pa!” Tuan Swan menahan senyum dalam hati melihat ketegangan sang menantu. “Ada yang ingin kamu jelaskan ke papa?” Tanya Swan melunak membuat Zoya menatap kearah sang ayah mertua dengan tatapan tak percaya. “Maksud, Papa” Zoya seketika tidak ingat apapun karena saking groginya berhadapan dengan tuan Swan yang maha dahsyat aura nya. “Kamu gak merasa ada sesuatu yang harus kamu klarifikasi dengan papa? Apalagi kejadian di hotel papa?”

