Ziont mendekat kerarah Zoya dan memegangi pundak wanita bertubuh mungil itu. Ziont menatap wanita itu lekat, lalu berbisik. “Zoy, coba tatap mataku. Adakah kemungkinan aku akan melakukan hal yang kamu kawatirkan? Adakah tanda-tanda aku akan meninggalkan anak kandungku sendiri? Lihat aku, Zoy….” Ucap Ziont lagi dengan helaan nafas berat, lalu dia mengusap air mata yang jatuh membasahi pipi wanita cantik di hadapannya. “Ziont. Kamu tak akan mungkin akan begini terus menerus. Kamu dan Kak Mariska akan menikah pada akhirnya. Oke, mungkin sebulan dua bulan masih bisa kamu menyempatkan diri menemui Demian yang menghalu itu. Tapi bagaimana kedepannya? Setelah kamu menikah tentu kalian akan punya anak, dan itu akan membuatmu meninggalkan Demian secara perlahan dan fokus pada anak kalian. Apakah t

