Ziont menjulurkan llidahnya menatap Zoya, lalu dia menatap kearah Demian. “Demian, Sayang…yuk biar papa anterin kamu ke kelas, dan bertemu ibu guru kamu. Kita harus menunjukkan kepada mereka kalau Demian anak hebat. Tidak lemah. Buktinya setelah terluka langsung sekolah…” ucap Ziont membuat kekesalan Zoya semakin bertambah karena puteranya lumayan patuh pada pria di hadapannya. “Apalagi punya papa se keren ini, bener gak?” Zoya hanya bisa mendengkus kesal menahan kekesalan hatinya. “Oke, Papa…horeee…!” Teriak Demian dengan senang, lalu bocah itu menatap kearah sang ibu. “Mama juga ikutan, ya? Biar temen-temen juga tahu kalau Demian punya ayah dan ibu seperti mereka. Demian selalu di ejek tidak punya ayah, Ma…” celetuk polos bocah kecil itu membuat Zoa menghela nafas panjang. Ada luka me

