Penyesalan Yang Selalu Datang Terlambat.

2007 Words

Zoya tersadar setelah mendengar kalimat terakhir yang di lontarkan Ziont padanya. Dia menoleh dan membulatkan matanya dengan sempurna. “Apa katamu? Aku yang menggodamu?!” Ziont terkekeh dan menatap kearah Zoya. “Kamu itu lucu banget orangnya Zoya. Gemesin! Bikin candu tau!” “Lucu? Emang aku badut? Aku lagi gak ngelawak aja kamu bilang aku lucu, gimana aku lagi ngelawak, bisa pengsan kamu di buat!” Ketusnya meski dirinya juga tidak kesal dengan kalimat pria di sebelahnya, hanya mencoba menjaga jarak sebisa mungkin dnegan pria di sebelahnya karena dirinya tidak mau di sebut perusak rumah tangga orang lain. “Kamu emang gak cocok jadi pelawak, Zoy. Orang segemesin kamu ini emang cocoknya jadi istr aku aja. Jadi, semua orang di sekitarku juga bisa terpaku melihat wajah polos kamu, apalagi

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD