Tiba-tiba Demian tepuk tangan. “Yeey! Mama sama Om Dokter pegangan tangan…” Seiring kalimat sang putera sontak Zoya melepaskan tangan Ziont dengan kasar. “Jangan sok menggurui mengenai perkembangan pertumbuhan anak aku. Tahu apa kamu tentang pertumbuhan anak, hah?! Jangan karena kamu belajar teori lantas kamu menjadi maha mengetahui dengan apa yang di lakukan dan terjadi dengan anakku! Tolong, jangan sok akrab dengan Demian. Aku tidak suka dia berinteraksi dengan orang asing…” tegas Zoya dengan kilatan mata tajam menatap kearah Ziont, hingga membuat Ziont menautkan dahinya dan terdiam. ‘Kenapa Zoya bersikap tidak bersahabat begini? Aku merasakan kejanggalan dari sikapnya. Sepertinya ada yang di tutupi.’ Beberapa mata memandang kearah mereka, termasuk petugas medis yang melintasi merek

