Kalimat Manis Ala Politikus

1751 Words

Berbeda jauh dengan Zoya yang memang menghindari awak media, Dimas justru memanfaatkan media menjadi ajang kampanye gratis baginya di pilkada kali ini. Dia yang masih tergolong baru di dunia politik tentu harus menarik banyak simpatisan agar nantinya bisa menggunakkan hak suaranya untuk memilih dirinya dalam pertarungan politik ibukota. Berdasarkan dirinya yang terlalu pandai merangkai kalimat manis dan janji-janji indah pada setiap orang yang di ajak berbicara, membuat beberapa orang terkagum-kagum jika belum mengetahui sifat asilnya. Karena sesungguhnya banyak orang di dunia ini lebih menyukai kalimat manis daripada kalimat yang blak-blakan apa adanya. Ada yang beralasan tentang etika, dan bla-bla-bla. Padahal sesungguhnya di akhir cerita yang di butuhkan manusia hanyalah sebuah pembuk

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD