Pagi berikutnya, langit New York tampak bersih dan biru. Matahari baru saja naik di ufuk timur ketika Albert membuka tirai kamar hotel, membiarkan sinar hangat itu masuk menerangi wajah istrinya yang masih tertidur di sisi tempat tidur. Kiara terlihat begitu damai, rambutnya sedikit berantakan, namun justru membuatnya tampak alami dan lembut. Valentina masih terlelap di tempat tidurnya yang kecil di sisi kanan, dengan boneka kecil di pelukannya. Albert tersenyum kecil, menatap dua orang yang paling ia cintai di dunia ini. Ia mendekat, menunduk dan mencium lembut dahi Kiara, lalu berbisik di telinganya. “Bangun, cantik. Aku punya kejutan untukmu hari ini.” Kiara bergumam pelan, membuka mata perlahan. “Hmm? Kejutan apa lagi, Albert?” “Kamu akan tahu sebentar lagi,” jawab Albert sambil ter

