Bab 128

2133 Words

Pagi itu langit New York tampak cerah sekali, cahaya matahari masuk lembut melalui jendela besar kamar utama mansion keluarga Roberto. Udara musim semi membawa aroma bunga yang baru bermekaran dari taman belakang. Kiara baru saja selesai menyusui Valentina ketika Albert masuk ke kamar dengan senyum hangat dan secangkir teh di tangannya. “Untukmu,” katanya lembut sambil meletakkan cangkir itu di meja kecil dekat ranjang. Kiara menatapnya dengan lembut. “Terima kasih. Kamu tidak pergi kerja hari ini?” Albert menggeleng pelan lalu duduk di tepi ranjang, menatap Valentina yang kini tertidur tenang di pelukan ibunya. “Tidak. Aku ambil cuti. Aku mau habiskan waktu bersama kalian berdua. Aku pikir... sudah waktunya kita keluar sejenak dari rutinitas yang itu-itu saja.” Kiara menaikkan alisnya

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD