Pagi itu, suasana di mansion terasa berbeda. Valentina yang biasanya ceria dan penuh semangat, kini terbaring di kamar dengan wajah memerah, matanya sayu dan tubuhnya terasa panas. Kiara, yang baru masuk kamar, langsung panik melihat putrinya begitu lemah. “Valentina… sayang, kamu kenapa?” tanya Kiara sambil meraih dahi putrinya, merasakan suhu tubuh yang tinggi. Wajah Valentina panas sekali, tubuhnya menggigil meskipun selimut menutupi seluruh tubuhnya. Valentina mencoba tersenyum lemah, tetapi suara seraknya membuat Kiara semakin khawatir. “Mommy… aku cuma… sedikit pusing,” gumam Valentina dengan suara pelan. Jeje, yang biasanya selalu menemani Valentina di mana pun, duduk di samping tempat tidur dan mengeram pelan, seolah mengetahui sesuatu sedang tidak beres. Bulu-bulu singa kecil i

