Valentina duduk di sofa dengan kaki yang sudah terbalut rapi. Wajah kecilnya mengerut, bibirnya bergetar, dan matanya mulai berkaca-kaca. Jeje duduk di lantai tepat di depannya, kepala singa kecil itu menengadah, matanya fokus penuh pada Valentina seolah bisa membaca setiap perubahan ekspresi gadis kecil itu. “Daddy…” suara Valentina lirih, penuh rengekan. Albert yang sedang berdiri di dekat jendela langsung menoleh. “Ada apa, sayang?” “Aku mau ke taman…” Kiara yang duduk di samping Valentina langsung menghela napas pelan. Ia sudah bisa menebak kelanjutannya. “Ke taman yang dekat mansion…” lanjut Valentina, suaranya mulai naik. Albert menyipitkan mata. “Tidak. Kakimu baru saja terkilir. Kita sudah sepakat, hari ini kau istirahat.” Valentina langsung menggeleng cepat. “Tapi aku mau b

